Rini Ayu Susanti Berharap P4GN Bentengi Lingkungan Pendidikan dari Pengaruh Narkoba

0
40

BANDUNG | BPKP NEWS.COM

Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung Dr. Rini Ayu Susanti, SE., M.Pd. menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) “Gerakan Pendidikan Bersih Narkoba di Lingkungan Pendidikan Melalui Profil Pelajar Pancasila Guna Membangun Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Bersih Narkoba,” di Ballroom Hotel Sany Rossa Bandung, Selasa (23/11/2021).

Acara dibuka langsung oleh Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung Dr. Rini Ayu Susanti, SE., M.Pd. Bersama Rini, hadir pula Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung AKBP Deni Yusdanial, Sekretaris Dinas Pendidikan Cucu Saputra, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 7 Arief Subakty, dan Kasubag PUU Bagian Hukum Yayan Ahyana, serta diikuti oleh perwakilan praktisi pendidikan Kota Bandung.

Rini menyampaikan apresiasi terhadap BNN Kota Bandung yang telah menyelenggarakan kegiatan sebagai implementasi dari Perda tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan pendidikan.

Baca Juga

“Saya mengapresiasi BNN Kota Bandung yang secara continue menyelenggarakan kegiatan yang menjadi bagian dari P4GN. Semoga dengan adanya kegiatan ini kita bisa lebih mudah menciptakan wadah bagi stakeholder pendidikan dalam rangka memerangi narkoba pada generasi muda, khususnya di lingkungan pendidikan,” ujar Rini.

Rini menambahkan, pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, keluarga, bahkan masyarakat dalam mewujudkan Kota Bandung yang bersih dan bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

“Kami mewakili Pemerintahan Kota Bandung dari DPRD Komisi D, di sini kita harus bersama-sama membangun bagaimana sinergi pemerintah, akademisi, pendidikan, bisnis, masyarakat, dan semua kalangan agar terciptanya Kota Bandung bersih dari narkoba,” tutur Rini.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Bandung Deni Yusdanial menyatakan bahwa Indonesia telah menyatakan darurat narkoba. Kini, penggunaan narkoba didominasi oleh kalangan muda.

“Seperti yang disampaikan Bapak Presiden Jokowi bahwa Indonesia sedang darurat narkotika. 85 persen narapidana yang ada di lapas Bandung merupakan penyalahguna dan pengedar narkoba, sehingga hasil dari FGD ini bisa dilaksanakan dalam upaya untuk menciptakan sistem deteksi dini bahaya narkotika, baik pada lingkungan pendidikan, keluarga, pekerja maupun di lingkungan masyarakat,” ujar Deni.

(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here