Dhea Atlit Peraih Medali Emas PON Pulang Pakai Angkutan Umum, Kemana Ridwan Kamil..

Dhea Anzhira Nuramalina menunjukkan medali emas dari cabor selam pada PON XX Papua. (Foto : Istimewa)

BOGOR | BPKP NEWS.COM

Sangat jauh berbeda dengan Presiden Jokowi dalam menghargai dan menghormati Atlit Berprestasi peraih medali di Olimpiade, kepulangannya disambut pintu istana terbuka menyambut kedatangan sekembalinya dari Olimpiade. Penghargaan dan hadiahnya pun mengalir untuk pahlawan olahraga yang mengharumkan Indonesia.

Sangat menyedihkan dan memprihatinkan apa yang terjadi dihadapan mata rakyat Jawa Barat yang terjadi pada Dhea Nazbira Nuramalina peraih medali emas Cabor Selam pada PON XX Papua bukannya disambut dihargai sebagai pahlawan yang telah harumkan Jawa Barat, apalagi Dhea seorang atlit perempuan tapi pulang dengan menggunakan angkutan umum, dimana nurani Pak Gubernur. Pak Ridwan Kamil apakah sibuk pencitraan ? mau mencalonkan Presiden, kata Anto Kusumayuda Ketum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional 98 PPJNA 98, Rabu (13/10/2021).

Sebuah pemandangan melukai hati nurani rakyat Jabar tegas Anto, sosok Peraih medali emas cabor selam pada PON XX Papua, Dhea Nazhira Nuramalina, harus pulang menggunakan angkutan umum bus dari Bandara Husein Sastranegara Bandung hingga Sindangkasih, Cikoneng, Ciamis. Bahkan, sesampainya di Ciamis, gadis berusia 17 tahun itu pun hanya disambut sanak saudaranya.

Dhea, atlet cantik kelahiran 19 Mei 2004 ini telah membawa nama bagi kontingen Jawa Barat di kancah olahraga nasional. Dia turun di dua nomor perorangan 50 meter dan estafet 400 meter. Dua medali yang dibawa, selain meraih emas dalam event besar tersebut, Dhea juga mendapatkan medali perunggu di nomor estafet. (iNews id)

Dengan kejadian yang dialami Dhea memperjelas membukakan mata kita seluruh masyarakat siapa sebenarnya Gubernur Jabar sudah tidak pantas menjadi pemimpin yang membiarkan rakyatnya apalagi pada sosok Dhea peraih medali emas pahlawan Jawa Barat yang telah mengharumkan nama Jawa Barat di kancah nasional, sekaligus melukai hati kaum perempuan Jawa Barat, yang membiarkan sosok seorang perempuan Dhea bersusah payah pulang dengan naik angkutan umum, pungkas Anto Kusumayuda.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.