Bendungan Teppo BatuE Desa Tua, Dugaan kerja Asal Asalan

Wajo | BPKP NEWS.COM

Kegiatan proyek dari Satker Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Wajo pada Bidang dengan nama Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan, lokasi Teppo BatuE desa Tua Kecamatan Majauleng sumber dana dari Dana Alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2021 nilai Kontrak Rp.611.525.000,- dengan Kontraktor Pelaksana CV.PUTRA NABIL PRATAMA, tuai protes.

Penelusuran yang dilaksanakan oleh tim teknis Lembaga Badan Pemantau Kebijakan Publik ( BPKP) pada hari Jum’at , 27/08/2021, di lokasi proyek dijumpai beberapa pekerja yang sementara bekerja tim sempat melakukan dialog sambil menanyakan “ Apakah Bapak bekerja dapat bimbingan dari Site manager atau dari Pengawas, Tukang/Pekerja menjawab “ Tidak ada Pak Site Manager, hanya biasa Pak Haji (H.Asri ) sewaktu-waktu datang disini.

Kalau pengawas lapangannya jarang datang Pak, hanya kami diberikan gambar (reg.Gambar Kerja), hal ini tim mempertanyakan tenaga ahli yang disiapkan oleh Kontraktor yang merupakan bagian dari Kontrak berupa Surat Pernyataan tenaga ahli yang ditanda tangani di atas kertas bermaterai.

Selanjutnya tim pun memintah untuk diperlihatkan gambar tersebut, yaitu 6 lembar gambar kerja, tim pun berfikir mungkin hanya sebagian gambar tersebut, dan Tim teknis pun memaklumi, karena yang seharusnya gambar kerja itu memiliki gambar detail yang skala gambar lebih besar lagi seperti Detail Pintu Air, Detail Pembesian.

Setelah tim teknis mengamati gambar kerja dan membandingkan cara kerja Tukang/Pekerja maka diragukan pada Konstruksi bendung (Spilway) tukang bekerja secara terpisah dari plat lantai mercu, yang seharusnya sesuai gambar satu kesatuan (gambar potongan B-B) yang sesuai specifikasi ketebalan pada bagian depan plat lantai yang berfungsi balok yaitu h=170 cm b=50 cm, serta tebal plat sendiri yaitu 55 cm dan ketinggian spillway = 130 cm (specifikasi gambar).

Dan dilokasi ditemukan besi beton yang diperkirakan ukurannya Ø 8 mm dan Ø 5 mm, tim pun tidak mempertanyakan ini besi digunakan untuk apa, karena sesuai standar untuk besi tulangan beton pada bangunan kontruksi air minimal besi Ø 12 mm dan besi behelnya paling rendah menggunakan ukuran Ø 6 mm.

Dan pada hari itu juga (Jum’at ,27/8/21), saat malam hari intensitas air hujan yang turun cukup lama yang mengakibatkan beberapa wilayah di kabupaten Wajo terjadi banjir dan genangan air, bahkan laporan masyarakat dari desa tua, bahwa pekerjaan di teppo batuE di terjang banjir dan sempat mengalami kerusakan beberapa bagian pekerjaan.

Dari hasil penelusuran Tim teknis BPKP menyimpulkan , bahwa diragukan pekerjaan tersebut terkesan dikerja asal jadi, baik dari studi perencanaan yang dinilai kurang sempurna karena tidak adanya bangunan pendukung (saluran pembagi) dan elevasi air bendungan yang berada pada bagian atas kawasan pelayanan sehingga dapat mencapai tepat sasaran dan lebih utama azas mamfaat yang dapat dirasakan langsung oleh Masyarakat,
Tak dapat dipungkiri Pembanguan Infrastruktur sangat dibutuhkan oleh Masyarakat

Selain dari infrastruktur Jalan yaitu infrastruktur sarana dan prasarana irigasi yang memadai, dari gambaran ini pula dapat menjadi penilaian tingkat keseriusan Pemerintah Daerah untuk membangun dari sektor Pertanian, apalagi sudah ada pola dan beberapa regulasi serta berapa program dari pusat untuk menciptakan prioritas Pembangunan SDGs (sustainable development Goals) yang cukup membantu tercapainya tujuan mensejahterakan Rakyat.

Menutup perbincangan kami dengan tim teknis dari Lembaga BPKP, berharap kepada Pemerintah Daerah, kiranya setiap program yang akan dibangun dapat melibatkan peran aktif Masyarakat, sekalipun program yang direncanakan Pemerintah Daerah sudah menempuh beberapa tahapan dalam penyusunannya dan paling utama bagaimana azas mamfaat dapat tepat sasaran.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.