Kesaksian Warga soal Dahsyat Ledakan Pasuruan

Jakarta — BPKP NEWS.COM 

Warga Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondawetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menduga ada bencana besar saat bondet atau bom ikan meledakdan menewaskan dua orang, Sabtu (11/9).

Ketua RT setempat Murtadho mengatakan bahkan ada yang mengira desa mereka diterjang tsunami.

Dilansir dari Antara, Murtadho mengatakan ledakan terdengar sangat keras. Sesaat setelah ledakan lingkungan sekitar tempat kejadian perkara diselimuti debu pekat, akibat ledakan rumah milik korban.

“Di tengah suasana mencekam setelah ledakan tersebut, beberapa warga belum mengerti pasti pemicu kejadian, ada yang mengumandangkan adzan di rumahnya takut jika musibah besar telah terjadi. Selain itu, warga pun ada yang mengira musibah tsunami terjadi,” kata Murtadho.

Tak lama kemudian petugas kepolisian datang dan berjaga di lokasi. Warga dilarang mendekat karena dikhawatirkan masih ada sisa bahan peledak.

Dahsyatnya ledakan bisa dilihat dari kondisi rumah korban yang saat ini tinggal puing. Selain itu dilaporkan beberapa rumah tetangga korban juga ada yang mengalami kerusakan bagian atap.

Ledakan menewaskan dua orang yakni Mat Sidiq dan Gofar.

Wakapolres Pasuruan Kota Komisaris Hery Dian Wahono mengatakan ledakan dipastikan dari bom ikan.

“Kejadian ledakan diduga dipicu bondet (bom ikan) ini menewaskan dua orang serta dua orang mengalami luka,” katanya.

Ia mengatakan dua korban adalah orang tua dan anak. Dua korban luka adalah Fery (anak Gofar) dan Imron (Adik Gofar).

Ia mengatakan, Mat Sidiq ditemukan tewas di lokasi kejadian di bawah reruntuhan rumah mereka, dan Gofar meninggal saat dibawa dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Gofar meninggal ketika perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan ayahnya Mat Sidiq yang tewas tertimpa reruntuhan di TKP sudah kami evakuasi ke rumah sakit,” kata Hery.

(Antara/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.