Kemenkes Buka Data Sebaran Vaksinasi, Sistem Belum Real Time

Jakarta — BPKP NEWS.COM

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memutuskan untuk membuka akses data distribusi dan stok vaksin Virus Corona (Covid-19) setelah muncul kritik dari masyarakat.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut fitur panel petunjuk atau dashboard ‘Stock Vaksin’ yang baru diluncurkan hari ini, Kamis (19/8), itu berisi jumlah vaksin yang diterima setiap daerah.

Selain itu, ada data jumlah vaksin yang telah digunakan, serta estimasi stok vaksin selama kurun waktu tertentu seperti sepekan hingga lebih dari dua pekan.

“Website ini inisiatif Kemenkes untuk mendorong transparansi vaksinasi kita terhadap masyarakat ya,” kata Nadia dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Kamis (19/8).

Dia mengatakan data yang digunakan dalam dashboard tersebut berasal dari dua sumber, yakni data PCare dan data dari platform sistem monitoring imunisasi dan logistik elektronik (SMILE) yang berbasis aplikasi.

Pihaknya pun meminta pemerintah daerah, Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten/Kota, dapat memanfaatkan platform tersebut dengan melakukan pembaruan secara berkala mengenai ketersediaan stok vaksin di daerahnya.

Dengan begitu, data tersebut dapat digunakan sebagai dasar bagi pemerintah untuk menetapkan alokasi vaksin ke daerah tersebut.

“Yang paling penting bagaimana kepatuhan untuk memasukkan data laporan, karena data bisa sifatnya sementara dan bisa diubah,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes Setiaji mengakui bahwa sistem buatannya masih tidak bisa real-time. Untuk sementara ini, pihaknya juga memperbarui data selama kurun 1 x 24 jam saja setiap pukul 17.00 WIB.

Setiaji lantas menjelaskan, bahwa keterbukaan data ini bisa diakses publik melalui situs https://vaksin.kemkes.go.id/. Kemudian publik dapat memilih fitur ‘Stock Vaksin’ yang berada di dashboard bagian atas situs.

“Data ini kami update sehari sekali, namun nanti kemungkinan kita akan meng-update lebih sering, bisa dua kali sehari,” kata Setiaji.

Transparansi data distribusi vaksin covid-19 di Indonesia sempat menjadi pertanyaan sejumlah pihak.

Inisiator KawalCovid-19 Elina, misalnya, mengkritik data vaksinasi Covid-19 di Indonesia masih belum transparan lantaran terdapat missing link dalam data Covid-19 yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19.

Pemerintah hanya menyampaikan jumlah dosis vaksin Covid-19 yang telah tiba di Indonesia lalu berlanjut pada jumlah orang yang telah divaksin di setiap provinsi, namun tidak melaporkan data ke mana distribusi vaksin.

Padahal menurutnya keterbukaan data ini penting dilaporkan agar pemerintah serta masyarakat bisa memonitor berapa juta vaksin Covid-19 di Indonesia sudah terdistribusi di tiap daerah.

Jika kemudian akan kehabisan stok di daerah, atau stok menumpuk di satu daerah, pemerintah daerah atau dinas kesehatan terkait bisa saling berkoordinasi.

(CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.