BPKP RESMI LAPORKAN KASUS PASAR TEMPE, ANGGARAN PULUHAN MILYAR, DI POLDA

WAJO — BPKP NEWS.COM

Pihak Lembaga Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) Kabupaten Wajo, yang di Ketua Andi Sumitro, telah melaporkan secara resmi ke Polda Sulsel soal Proyek Pembangunan Pasar Tempe, yang di kerjakan oleh PT Delima Agung Utama

Dalam laporannya ke Polda Sulsel, menurut Kabiro Litbang BPKP Wajo, Ir.. N.R Syam alias Bang Ucok, bahwa dirinya sudah melaporkan permasalahan pembangunan Pasar Tempe, terkait
penggunaan material tiang pancang, yang sebelum digunakan atau terpasang diduga sudah mengalami keretakan, sehingga mutu material yang dipergunakan patut dipertanyakan.

“Terkait penggunaan Tiang pancang beton (Conctrete Pile), pihak kami melaporkan dimana ada beberapa tiang pancangnya di duga sudah mengalami keretakan, dan hal ini berdasarkan specifikasi teknik tentu tidak layak pakai, “jelas Bang Ucok.

Ditambahkannya bahwa, di lokasi Pembangunan Pasar Tempe ditemukan bahan tiang pancang beton yang bermerek SBP dengan ukuran (30x30x 600) cm, terkait penggunaan tiang pancang beton dipertanyakan produk tersebut apa sudah memiliki sertifikasi, seperti halnya produk yang lain yang sudah mengantongi sertifikasi mutu Konstruksi Beton berbasis ISO 9000.

Terkait masalah tersebut, lanjut bang Ucok, bahwa pihaknya sudah melaporkan masalah tersebut di Polda Sulsel (29-07-2021) kemarin, dengan menyurat secara resmi, yang di terima oleh staf Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), yang sudah di desposisi oleh WADIR Reskrimsus Polda Sulsel.

Sebagaimana di ketahui bahwa Proyek Pembangunan Pasar Tempe, yang terletak di kota Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan yang menelan anggaran lebih kurang Rp. 45 M dari nilai HPS yang tersedia Rp.56.678.841.600,88 yang sumber dananya dari APBN tahun anggaran 2020, yang dikerjakan oleh PT Delima Agung Utama yang sementara berjalan pembangunannya. (Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.