DPRD Kota Cimahi Terkesan Mati Suri

Cimahi — BPKP NEWS.COM

Dimasa yang sulit menjalani kehidupan pada masa pandemi Covid-19 ini, semua rakyat berteriak ampun, harus bejibaku untuk tetap mempertahankan hidup guna memenuhi kebutuhan sehari hari. Pergerakan perekonomian lumpuh masyarakat kecil menjerit dan menimbulkan orang miskin baru akibat dari dikungkungya aturan dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM).

Begitu juga halnya seperti apa yang di alami keluarga Hajah Ade Rohanah warga kampung Cihonje Rt 04, Rw16, Kelurahan Utama kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, salah satu korban Mega Proyek KCIC hanya bisa pasrah menunggu Empati, Simpati dari para pemangku kebijakan di kota Cimahi Senin (26/7/2021).

Deddy Supriadi ketua Umum Ormas Cobra Commando Baros Ranger adalah salah satu Ormas yang membatu advokasi, keluh kesah masyarakat melalui Lembaganya.

“Kita sudah berupaya untuk mencari dukungan melalui alur yang benar, namun apa kata para Legislator penuh dengan apriori dalam mengurus masalah ini tekesan mati suri di tengah kegalauan masyarakat “Bagai pungguk merindukan Bulan”, demikian di katakan Deddy.

DPRD Kota Cimahi terkesan Mati Suri. Lebih lanjut dirinya memaparkan, bahwa Lembaga DPRD sebagaimana fungsinya adalah corong penguat suara yang harus disampaikan kepada para pihak terkait, untuk membela dan berada di tengah tengah masyarakat, seperti masyarakat yang memberikan mandatnya melalui pemilu, kalian adalah wakil kami jikalau kami perintah bersuara lantang bersuaralah untuk kami, kata Deddy.

“Kenapa Harus kami yang serba terbatas dalam  kewenangan dan kemampuan, kami lembaga yang dilindungi Undang undang yang tupoksinya melakukan sosial kontrol Seperti halnya anda yang duduk di kursi empuk gaji besar tunjangan besar  kok bekesan mati suri,  kami hanya Parlemen jalanan yang merasa terketuk nurani untuk bisa membantu seorang kakek renta terlepas dari himpitan hidup yang serba susah”, papar Deddy.

DPRD Kota Cimahi terkesan Mati Suri, Ia juga menjelaskan, saat di konfirmasi melului pesan WA kepada salah satu anggota Komisi 1 DPRD Kota Cimahi, untuk meminta Advis sumbang saran, namun jawabannya ngambang tidak memberikan jadwal untuk bisa ketemu, sharing  dengan alasan lagi rapat dan selesai rapat belum bisa ditentukan.

“Kesan males atau takut gak mengerti belum lagi masalah besar Pandemi ini, hanya berpangku duduk di kursi empuk… mana suaramu tentang penutupan Puskesmas, IGD RS, harga obat yg mahal, penutupan ruas jalan, lagi lagi kami yang teriak”, tambahnya.

Ditempat yang berbeda, salah satu keluarga korban Pepen berharap kepada bapak bapak yang terhormat untuk hisa membantu keluarga kami,  lebih dari satu tahun kami tersiksa dampak dari Pembangunan Proyek kereta api cepat.

“Penuh harapan kami kepada DPRD sebagaimana yang di sampaikan pada Audensi pertama, ini terdampak permanen dan harus ada penggantian dari pihak penyelenggara proyek, jelas sekali Ketua Komisi 1 mengatakan pada kami di kantor DPRD Kota Cimahi”, ketusnya.

Dikatakannta juga, bahwa Pepen sudah konfirmasi terakhir kepada Ketua Komisi 1, dan dia hanya mengatakan, “muhun nuju riweuh dan PPKM, nanti kami sampaikan pada pihak terkait penjelasan yang mengambang, kami hanya bisa keluh kesah dan berharap bantuan dari COBRA yang dapat support dari DPRD”, imbuhnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.