Nasib Para Atlet Disabilitas di Gor Pajajaran Bandung Memprihatinkan

BANDUNG – BPKP NEWS.COM

Pada Launching Taman Ke-BUGAR-An (KElompok BURUAN HEGAR lingkungan di GOR PAJAJARAN Bandung kerjasama Yayasan RUMAH GAGASAN BANDUNG dengan GEDOR (Gerakan Pemuda dan Olahraga) DISPORA Kota Bandung, CAKRA yang juga sebagai Pemerhati Lingkungan dan aktif dalam berbagai kegiatan Mitigasi Kebencanaan mengatakan bahwa Permasalahan Sampah Kota Bandung belum dirasakan di SOR GOR Pajajaran, Kang PISMAN yang mendunia tidak terasa bahkan tidak terlihat di tempat ini.

Sarana tempat sampah sangat miskin di lokasi ini, padahal SOR GOR Pajajaran yang juga berada di Jl. Pajajaran Bandung sangat kental dengan nama “PAJAJARAN” (sangat Sunda banget), ini sangat memalukan nama Kota Bandung bahkan orang-orang yang mengaku orang SUNDA dengan carut marutnya sampah di lokasi ini.

Lokasi ini bisa dikatakan sebagai destinasi wisata juga, masyarakat yang berkunjung ataupun atlet yang berlatih , bertanding di SOR GOR Pajajaran bukan hanya ber-KTP Bandung tetapi dari berbagai daerah luar Kota Bandung, apalagi ada beberapa pelatih yang berada di SOR GOR Pajajaran adalah WN Asing , wah ini citra buruk bagi Kota Bandung yang notabene mendunia dengan Program Kang PISMAN nya, kita tidak bicara ribuan Ton sampah perhari Kota Bandung yang tidak kunjung bersolusi.

Hal sederhana saja dulu lah, dari pada bicara Langitan tetapi pelaksanaan Leungiteun (Bicara setinggi Langit , Kehilangan jejak saat pelaksanaan).

Kehadiran NPCI (National Paralympic Committee Indonesia) Kota Bandung yang ikut bersama-sama dalam kegiatan pengembangan Potensi Ekonomi , Sosial, Lingkungan yang Efisien , Layak dan berkelanjutan disoroti oleh Cakra juga, yang dalam beberapa bulan ini berkegiatan di SOR GOR Pajajaran.Pemutar Video00:0001:09

Sarana Prasarana SOR GOR Pajajaran sangat tidak ramah terhadap penyandang DISABILITAS dari mulai Trotoar di Jalan utama, tempat penyebrangan, akses masuk ke tempat sekertariat dan tempat latihan DISABILITAS tidak mendapatkan perhatian dari Pengelola SOR GOR PAJAJARAN dan Dinas Terkait lainnya. Beberapa kali Cakra melihat Team ATLET NPCI Kota Bandung harus terperosok, jatuh akitat lubang di penutup saluran air, belum lagi akses ke bebelakang yang sangat tidak layak untuk penyandang DISABILITAS.

Berbagai sorotan yang di muat media masa dan juga amanat Undang – Undang , Undang-Undang Dasar 1945, UU RI No. 4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat dan UU RI No. 39 Tahun 1999 tentang HAM; juga Surat Edaran Menteri Sosial RI Nomor: A/A-50/VI-04/MS; Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI No. SE/09/M.PAN/3/2004; Surat Edaran Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional RI No. 3064/M.PPN/05/2006 tentang Perencanaan Pembangunan yang Memberi Aksesibilitas bagi Penyandang Cacat, Undang – Undang No. 28 tentang Bangunan Gedung dan Peraturan Menteri No. 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan dan Lingkungan dll: UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG PENYANDANG DISABILITAS tidak menjadikan pedoman perhatian dari Pemerintah Kota. Sebagian dilakukan ya, seperti yang dilakukan di GOR BANDUNG.

Lalu yang lainnya bagaimana ?

Dengan berbagai jelimetnya komunikasi prosedural dinas dengan masyarakat saat ini dengan segudang alasan , bagaimana solusinya ?.

Cakra yang dikenal seringkali mengeluarkan berbagai gagasan “nyeleneh” berkomentar, sekali-kali yang terhormat Bapak Ketua DPRD Kota Bandung yang hobby bersepeda, bersepedanya ke GOR Pajajaran tanpa pengawalan protokoler  (sidak gitulah kira-kira supaya teu aya persiapan popotoan nu aralus hungkul), solusi lebih jauh adalah perombakan besar-besaran pejabat Dinas Kota Bandung ganti dengan prinsip RIGHT MAN with THE RIGHT PLACE.

Harus belajar pada manajemen dan cara kerja swasta sepertinya, teu beres wae mundur atau ganti, gitu aja ko repot tandasnya.

(Newshunter.id)

Editor : Agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.