35 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19, Perumahan Griya Melati Bubulak Dijaga TNI-Polri 24 Jam

BOGOR — BPKP NEWS.COM

Setelah 35 warga terkonfirmasi positif Covid-19, Satgas Covid-19 Kota Bogor menerapkan karantina wilayah secara mikro di Perumahan Griya Melati Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. Untuk penjagaan, Polresta Bogor dan Kodim 0606/Kota Bogor menurunkan sejumlah personelnya untuk membatasi aktivitas warga di sana.

Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan, mengatakan, pihaknya menurunkan 15 orang personel TNI yang bertugas menjaga kawasan tersebut secara bergantian. Selain itu, ada satu unit kendaraan milik Koramil 0604/Bogor Barat yang disiagakan untuk perbantuan evakuasi.

Bahkan, petugas ikut melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar perumahan. “Kita juga akan melakukan penyemprotan (disinfektan) lagi di sana. Tidak hanya di dalam perumahan, tapi juga di luar di sekitar perumahan. Kita ingin memastikan semuanya aman di wilayah itu,” kata Roby saat ditemui di lokasi, Kamis (20/5).

Dia menegaskan, ada beberapa tim yang dibagi untuk siaga 24 jam di Perumahan Griya Melati. Tugas tim tersebut dibagi menjadi pengawasan, pencegahan, tim dukungan dari dinas terkait, dan terutama tim kesehatan.

“Ada Koramil, Polsek, Satpol PP, sekuriti, serta satgas internal di perumahan tersebut. Saya dalam rapat tadi menyampaikan kita akan evaluasi, jika memang ada warga yang rentan atau bergejala langsung, kita evakuasi saja. Jangan sampai dibiarkan di rumah,” tutur Roby.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengatakan, pihaknya menerjunkan empat personel dari Satgas Covid-19 setiap hari untuk melakukan penjagaan selama 24 jam di Perumahan Griya Melati. Susatyo menjelaskan, tujuan karantina wilayah secara mikro adalah untuk membatasi interaksi antarwarga di perumahan tersebut dengan pihak luar.

“Sehingga, 24 jam personel dari Satgas Covid-19 Kota Bogor mengawasi area ini, termasuk warga-warga yang akan keluar. Semua aktivitas harus benar-benar karena urgen, dan hari ini Polresta, Kodim, dan dinas akan turun langsung melayani masyarakat yang melakukan karantina di wilayah ini,” ujar Susatyo.

Dia menegaskan, penjagaan ketat yang dilakukan berupa mengawasi kegiatan belanja online, dengan mencatat barang yang masuk. Juga mencatat warga yang keluar dan masuk wilayah perumahan. Sekaligus menyiapkan pasar RT/RW dengan petugas khusus.

“Kita akan evaluasiĀ treatment, apakah akan dievakuasi dan sebagainya. Dinamika itu akan berkembang sehingga posko itu akan berisi semua fungsi-fungsi satgas untuk memberikan pelayanan. Termasuk bagi pelayanan perbelanjaan,” ujar Susatyo.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.