Korupsi Dana Hibah Provinsi Jawa Barat kembali Terjadi

KONFERENSI PERS. Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya memaparkan dugaan kasus pemotongan dana hibah bansos, Rabu (24/2/2021). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA.

BANDUNG – BPKP NEWS.COM

Dikutif dari Media Jabarekspres.com, bahwa Kasus korupsi dengan modus pemotongan dana hibah dari Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2020. (Pemprov Jabar) kini terjadi kembali di Kab. Tasikmalaya.

Bahkan, Ketika dilakukan pemeriksaan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kab. Tasikmalaya mengendus adanya upaya menghalang-halangi proses penyidikan.

Kepala Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Syarif indikasi tersebut terjadi pada saat penyidikan. Sebab, sebanyak 14 lembaga yang diindikasikan mendapat potongan dana hibah tidak mau mengakuinya.

Akan tetapi, dengan pendekatan dan komunikasi, akhirnya para penerima mengakui adanya pemotongan sebesar 50 persen dari total dana hibah ditambah Rp 5 juta.

Syarif menegaskan, kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam kasus ini agar berhenti merintangi Kejari. Sebab, secara hukum akan diberikan sanksi berat.

‘’Pada Pasal 21 Undang-undang tentang Korupsi, sanksinya bisa berupa pidana penjara antara tiga hingga 12 tahun dan atau denda sebesar Rp 150 juta hingga Rp 600 juta. Belum lagi sanksi pada pasal lain,’’ujarnya kepada wartawan, (25/2).

Ditempat sama, Kasi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Yayat Hidayat  menuturkan, kepada para penerima hibah untuk sukarela melapor kepada penyidik kejaksaan.

Menurutnya, apparat penegak hokum berkewajiban akan melindungi para saksi dari pihak-pihak yang sengaja akan merintangi proses penyidikan.

di tempat terpisah, Ketua Umum Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP), Tarmizi, saat ditemui bpkpnews.com di salah satu tempat di kawasan Jl. Pahlawan Kota Bandung mengatakan, saya merasa prihatin sekali dengan munculnya kembali kasus yang serupa terkait Dana Hibah, tuturnya.

lebih lanjut Tarmizi mengatakan, Tentunya kami dari Lembaga BPKP dan Kawan aktivis lainnya akan mengawal kasus ini sampai tuntas, dan kami akan mendukung penuh pihak Kejaksaan, baik Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasik Malaya maupun Kejaksaaan Tinggi Jawa barat untuk mengusut tuntas dan mengungkap siapa saja yang terlibat dibalik kasus ini, dugaan saya kasus yang terjadi di Kabupaten Tasik Malaya tidak menutup kemungkinan terjadi di kota-kota lainnya di Jawa Barat, untuk itu kami menghimbau kepada penerima Dana Hibah yang mengalami hal yang sama untuk segera melaporkan agar kedepannya tidak terjadi lagi kasus yang serupa, tegasnya. (Red)

2 thoughts on “Korupsi Dana Hibah Provinsi Jawa Barat kembali Terjadi

  1. Ping-balik: 新越谷 ジム

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.