Kabel Tower Sutet Perairan Selat Rengit Putus Ditabrak Kapal Kargo GT 1.462 , Ini Langkah Yang Dilakukan Polair Polres Kepulauan Meranti

 

MERANTI, BPKP NEWS – Kabel Tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) putus ditabrak kapal Kargo Umum  yang melintasi perairan Selat Rengit, Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau , Kepulauan Meranti, Riau, Senin (27/7/2020) Sekira pukul 15.40 WIB. 


Tower Sutet tersebut merupakan sambungan listrik yang dialirkan dari PLN di Desa Gogok Kecamatan Tebingtinggi Barat ke Kecamatan Pulau Merbau.


Akibat putusnya Sambungan Kabel Udara Tegangan Menengah (SKUTM) itu berakibat fatal terhadap penerangan listrik di wilayah di seluruh Desa Se Kecamatan Pulau Merbau. 


Menurut keterangan Ajisman selaku Agen Kapal menjelaskan bahwa kapal sebelumnya melakukan pelayaran dari Sunda Kelapa Jakarta menuju Selatpanjang dan Bengkalis.tiba diselatpanjang tangal 10-07-2020

“Kapal Motor (KM ) Tata Armada 01 ini sebelumnya melakukan pelayaran dari Sunda Kelapa Jakarta dengan membawa muatan bahan pokok, sembako dan minuman ringan,  Semen  yang melakukan bongkar sembako dan bahan material sebanyak 400 ton di pelabuhan Selatpanjang, selanjutnya kapal akan meneruskan pelayaran menuju Bengkalis dengan teken buku ( cleren)  Surat Izin Berlayar (SIB) tertanggal 27 Juli 2020 oleh Syahbandar Kepulauan Meranti,” ungkapnya, Selasa (28/7/2020).


Kemudian, Kepala PLN  Selatpanjang, Ferizal Syukri saat dihubungi media melalui via telepon menerangkan benar pada KM Tata Armada 01 menabrak Sambungan Kabel Udara Tengangan Menengah (SKUTM) Selat Rengit, pada saat kapal masuk keselat rengit , para nelayan tempatan  melambai tangan memberi aba-aba untuk memperingati kapal supaya tidak masuk keselat rengit  melintas dibawah kabel tower Sutet.namun Kaparl Motor KM Tata Armada 01 terus melaju terang Feri 


” Selanjutnya mendekati Pelabuhan penumpang Semukut masyarakat yang saat itu sedang berada di pelabuhan meneriaki kapal agar tidak melintas dibawah kabel Sutet, namun kapal tetap melewati perairan tersebut hingga akhirnya terjadi tabrakan, setelah menabrak SKUTM  kapal putar arah dan melewati perairan Selat Air Hitam Melewati Tanjung Konkong menuju Bengkalis,” jelasnya.


Ferizal Syukri juga menerangkan bahwa kabel Sutet yang dibangun sudah sesuai aturan dengan tinggi 26 meter dibawah air dengan pasang tertinggi.


“Kabel Tower Sutet dibangun sudah sesuai dengan aturan dengan ketinggian lebih kurang 26 meter dibawah air dengan pasang tertinggi. Sejauh ini semenjak kabel terpasang diperairan Selat Rengit tidak kita jumpai Kapal Tenker /Kargo sebesar itu melintas diselat rengir, Kita juga tertanya-tanya kenapa bisa kapal tersebut bisa lewat diperairan Selat Rengit,” terangnya.


Putusnya  kabel tower Sutet Perairan Selat Rengit yang dilakukan oleh Kapal Tata Armada 01 dengan nomor IMO 9128568, MMSI 529950000 GT 1.462.buatan tahun 1995 ( 25 tahun) dulu berlayar dibawah Bendera Kiribati, saat ini ditangani oleh Polair Polres Kepulauan Meranti.


Kasat Polair Polres Kepulauan Meranti Iptu Yosi Marlius menjelaskan bahwa saat ini sudah memeriksa agen Kapal.


“Saat ini kita sedang meminta keterangan agen Kapal KM Tata Armadan 01 yang diselatpanjang KM .Tata telah menabrak  kabel Sutet diperairan Selat Rengit. Upaya selanjutnya kita akan memanggil Nakhoda dan Crew  Kapal untuk dimintai keterangan,” ujar Kasat Polair.


Syukrizal SE. Tokoh pemuda Pulau Merbau saat diminta tangapan soal putusnya Kabel Sutet Selat rengit, Dia nya menyayangkan kok kapal sebesar itu bisa diberi izin melintas,  apakah pihak Syahbandar tidak memberi tau pada saat Cleren bahwa selat rengit ada kabel sutet , kami masyarakat sangat geram dengan kelalaian pihak syahbandar dan Kapten KM Tata Armada 01 .terang Syukizal SE Alias Bujang 


Sudah dua kali kejadian seperti ini terjadi,  minggu lalu pelabuhan penumpang Semukut di tabrak, sekarang Kabel Sutet, pelabuhan yang ditabrak belum juga diperbaiki,  sekarang kabel listrik,  apakah tidak dipasang rambu-rambu dipintu masuk diselat rengit.tegas Bujang 


Kami atas nama Masyarakat Kecamatan Pulau Merbau sangat kecewa dengan kejadian ini dan minta pada pihak Pemilik KM Tata Armada 01 Bertangung Jawab,sudah dua

hari dua malam kampung kami gelub gulita, Bujang menegaskan apa bila ada kelalaian dari pihak Syahbadar atau dari pihak mana pun harus diberi sanksi tegas.kata  Bujang 


Iwa perwakilan Pemilik KM Tata Armada 01 membenarkan kejadian itu dan kami dari pihak perusahan siap menganti rugi pada PLN berapa pun biayanya dan kami (iwa red)  melalui Agen Selatpanjang  sudah buat pernyataan dengan PLN untuk menganti kerugian PLN.pangkas Iwa boss pelayaran yang bermarkas di pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Utara 


Ditempat terpisah Kapten Kapal Motor jenis Kargo Dedy pada saat dihubungi, menyatakan sangat menyesal akibat musibah ini sehinga PLN dan Masyarakat Pulau Merbau dirugikan karena mati lampu , tahun 2004 saya pernah bawa Kapal melintas selat rengit saat itu tidak ada kabel sutet dan kami pun tidak diberi tau sekarang sudah ada Kabel Sutet. Jelas Dedi 


Tiang lampu sorot yang nyangkut kabel sutet tinginya lebih kurang 15.5 meter, saat ditanya kenapa pilih jalur selat rengit,  dedy menjawab dulu tahun 2004 saya biasa melintas selat rengit ,sekarang saya ngk tau ada kabel sutet dan tidak ada rambu-rambu sehingga kami melintas selat rengit tanpa ragu. Jelas Dedy 

KM Tata Armada 01 berlayar dengan 14 orang Crew List tiga orang perwira , kami akan taat aturan dan koperatif .setelah selesai bongkar kita akan datang kemeranti. Panglas Dedy

PLH Syahbandar H. Asnawi melalui Kepala Suharto.SE Kepala Tugas keselamatan berlayar , saat dikonfirmasi menjelaskan benar KM Tata Armada masuk sandar dipelabuhan Pelindo tangal 10 juli 2020, setelah 17 hari berada dipelabuhan mereka bongkar sembako dan bahan material lebih kurang 400 Ton setelah selesai bongkar barang ada ada kerusakan Cren kapal sehingga mereka sandar lebih lama dari jadwal bongkar. Terang Harto 


Tanggal 27 Juli KM Tata Armada 01 melalui Agen sri andalas raya  Cleren Menuju Ke Bengkalis, kami dari pihak syahbandar tidak tau kenapa Kapten Kapal mau ke bengkalis lewat selat rengit, kan ada jalan luar lewat tanjung kongkong lebih aman dan laut besar, kita juga heran kata Harto 


Saat ditanya awak media apakah pihak syahbandar tidak memberi tau agen bahwa selat rengit ada kabel Sutet melintas selat rengit,  menurut Harto hal seperti itu kan ngak perlu dikasi tau juga biasanya Kapten sudah tau arah aman menuju Bengkalis dari Meranti, kan mereka punya alat untk mendeteksi lah. Kita (syahbandar red)   sudah minta pada agen KM Tata Armada 01 bersama Kapten dan Crew kembali ke Meranti untuk diminta keterangan.tunggu hasil pemeriksaan pangkas Harto ( tim)

One thought on “Kabel Tower Sutet Perairan Selat Rengit Putus Ditabrak Kapal Kargo GT 1.462 , Ini Langkah Yang Dilakukan Polair Polres Kepulauan Meranti

  1. Ping-balik: cvv shop ru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.