BREAKING NEWS : Sekolah di Bandung Diputuskan Diliburkan 2Pekan Mulai (16/3/2020)

Walikota Bandung Oded M Danial,  Foto : BPKP NEWS

BANDUNG, BPKP NEWS – Wali Kota Bandung Oded M Danial menggelar rapat koordinasi terkait penanganan kasus virus Corona di Pendopo, Sabtu (14/03/2020).
Oded mengundang seluruh instansi terkait termasuk TNI dan Polri.
Rapat digelar mulai pukul 15.00 sampai 21.00 WIB.
Hasilnya adalah, car free day (CFD) Minggu, 15 Maret ditiadakan dan sekolah mulai Paud sampai SMP diliburkan selama 14 hari atau dua pekan.

Selanjutnya, para siswa belajar jarak jauh.
Selain itu, selama 14 hari fasilitas umum milik Pemkot ditutup seperti Gedung Bandung Planing Galery museum dan seluruh taman ditutup termasuk Alun alun Bandung.
Oded minta warga Kota Bandung tidak panik tapi selalu menjaga kebersihan dan kesehatan serta menghindari keramaian massa jika tidak perlu.
Garut Tunggu Keputusan Pemprov Jabar
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut belum berencana meliburkan sekolah seperti yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta pascamerebaknya virus corona.
Disdik Garut masih menunggu instruksi dari Pemprov Jabar
[14/3 23.52] No Khusus: Kadisdik Garut, Totong, mengatakan, hingga kini pihaknya belum memutuskan untuk meliburkan sekolah atau tidak.
Pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemprov Jabar.
“Berkaitan dengan situasi Covid-19, maka untuk bidang pendidikan akan diumumkan besok siang oleh Gubernur Jawa Barat,” ujar Totong melalui pesan Whatsapp, Sabtu (14/3/2020).
Jika Pemprov nantinya meminta sekolah diliburkan untuk sementara, Totong akan segera membuat surat edaran ke semua sekolah di Garut. Aktivitas belajar mengajar bisa dilakukan melalui jarak jauh.

“Guru bisa memberi tugas untuk para siswa belajar di rumah. Nanti lihat keputusan dari provinsi seperti apa,” katanya.
Sebelumnya, Pemkab Garut memutuskan untuk membatasi izin keramaian mulai Senin (16/3/2020). Segala bentuk kegiatan yang melibatkan orang banyak, akan ditinjau.
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, segala bentuk pengumpulan massa untuk sementara dihentikan. Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi untuk mencegah penyebaran virus korona.
“Pembatasan ini bagian dari upaya mengantisipasi penyebaran virus korona. Mulai Senin, akan kami batasi perizinannya,” ujar Helmi usai melepas peserta fun bike Garut Culture Festival di SOR Ciateul.
Pembatasan tersebut, tambahnya, untuk menghindari kontak fisik. Meski Garut dinyatakan bebas korona, namun harus ada upaya agar tak menyebar. (red)

Sumber : Tribun Jabar.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.