BI Rogoh Kocek Rp100 Triliun Demi Selamatkan Kurs Rupiah

 
BI Rogoh Kocek Rp100 Triliun Demi Selamatkan Kurs Rupiah
 
JAKARTA , BPKPNEWS- Bank Indonesia (BI) telah merogoh ‘kocek’ hingga Rp100 triliun demi menjaga stabilitas pasar keuangan, terutama nilai tukar rupiah yang terus terperosok di tengah wabah virus Corona (Covid-19). BI sendiri diterangkan telah melakukan tiga intervensi, yaitu menjual valas untuk mengendalikan pelemahan rupiah, domestic non-delivery forward (DNDF) dan membeli surat berharga negara (SBN) yang dilepas investor asing atau dari pasar sekunder.

“SBN yang dilepas investor asing, mereka melepas dan BI beli. Termasuk perbankan dalam negeri juga beli SBN yang dilepas asing. Yang sudah kami beli tahun ini secara keseluruhan sampai 27 Februari itu ada Rp 100 triliun, kita beli di pasar sekunder,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (27/2/2020).
 
Sambung dia menerangkan, dari total Rp100 triliun, lanjutnya (SBN) sebesar Rp78 triliun sudah dibeli Bank Indonesia sejak akhir Januari atau saat merebaknya wabah virus Corona di Wuhan, China. Upaya ini menurut Perry diambil untuk mengurangi kerugian pada perekonomian nasional.

“Otoritas moneter pun telah melakukan tripel intervensi, baik di Surat Berharga Negara (SBN), saham, hingga transaksi lindung nilai rupiah atau Domestic Non Delivery Forward (DNDF),” paparnya.

Dia juga menegaskan BI akan terus berada di pasar untuk menyetabilkan nilai tukar rupiah dan pasar keuangan, khususnya untuk obligasi pemerintah. Sebagai informasi, penyebaran virus corona secara global membuat nilai tukar rupiah meradang terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Dalam penutupan pasar spot Bloomberg, Jumat (28/2/2020), rupiah tumbang 292 poin atau 2,09% ke Rp14.317 per USD.
(red)
Sumber : Sindo news

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.