Penampakan Terkini Wuhan, Tempat Dimulainya Wabah Virus Corona, Jadi ‘Kota Hantu’



Minggu, 26 Januari 2020 11:23
BPKP NEWS – Mewabahnya virus corona di China, mengharuskan pemerintah China mengkarantina Kota Wuhan, tempat yang menjadi awal munculnya virus baru tersebut.
Kota yang kini sedang dikarantina oleh pemerintah China nampak sepi dan mati layaknya ‘Kota Hantu’.
Dikutip TribunWow.com dari mirror.co.uk, Sabtu (25/1/2020), pada video yang diambil oleh seorang warga negara Amerika Serikat, ia merekam bagaimana kota yang memiliki populasi sebesar 11 juta orang, kini menjadi sangat sepi.

VID-20200126-WA0008

Mulanya ia memperlihatkan bagaimana sekolah yang biasanya ramai dipenuhi oleh anak-anak, saat ini ditutup karena adanya virus mematikan tersebut.

Kemudian wanita tersebut pergi ke sebuah toko kelontong yang menjual buah-buahan dan bahan makanan lainnya.
Ia menjelaskan apabila karantina tersebut berlangsung selama dua minggu lebih, maka dirinya dan para penduduk lain di Wuhan mungkin akan kesulitan mencari bahan makanan karena tidak adanya stok masuk ke Wuhan.
Sebuah sekolah di Wuhan yang sepi dari aktivitas belajar mengajar setelah mewabahnya virus corona, Sabtu (25/1/2020)
Sebuah sekolah di Wuhan yang sepi dari aktivitas belajar mengajar setelah mewabahnya virus corona, Sabtu (25/1/2020) (mirror.co.uk)
Beranjak dari toko penjual bahan makanan, wanita itu merekam sunyinya suasana di Kota Wuhan.
Hanya nampak 1 mobil di sebuah jalan, tidak ada kendaraan lain yang melintas, maupun warga lain yang lalu lalang.
Sebelumnya diberitakan, pemerintah China telah mengeluarkan larangan bagi warga Kota Wuhan untuk meninggalkan kota mereka.
Larangan tersebut juga ditujukan kepada 10 kota lain di China, dalam rangka mengurangi kemungkinan penyebaran wabah virus corona.

Terkahir dilaporkan pada Sabtu (25/1/2020), korban jiwa akibat virus corona telah mencapai angka 41 jiwa.
Angka tersebut naik cukup tinggi dari yang sebelumnya dilaporkan pada Jumat (24/1/2020), masih berada di angka 26 orang.

Komisi kesehatan nasional di China mengatakan kasus virus corona yang telah dikonfirmasi kurang lebih berjumlah 1.287 kasus.

Saat ini diketahui virus corona telah menyebar ke beberapa daerah di Asia Tenggara, dan Eropa.
Daerah tersebut di antaranya adalah: Thailand, Vietnam, Singapur, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, Malaysia, Perancis, Amerika Serikat, dan Australia.


Wuhan diketahui menjadi sumber bermulanya virus corona setelah orang-orang yang terinfeksi virus tersebut memiliki catatan telah mengonsumsi makanan yang berasal dari pasar di Wuhan.


Pasar di Wuhan juga diketahui secara ilegal menjual hewan-hewan eksotis untuk dijadikan makanan seperti kelelawar dan marmut.


Seorang dokter di Wuhan China dikabarkan meninggal dunia setelah merawat pasiennya yang juga terpapar virus corona.

Liang Wudong dikabarkan meninggal setelah virus tersebut menyebabkan dirinya terkena serangan jantung.

Dokter Lian Wudong diketahui sebagai tenaga medis pertama yang meninggal karena mengatasi virus corona.
Selain Liang Wudong, sebelumnya juga telah ada dokter lain yang terpapar dan meninggal dunia.
Ia adalah dokter, Jiang Jijun (51).
Namun, belum diketahui secara pasti apakah Jiang jihun benar benar meninggal karena terpapar virus corona atau yang lainnya.


Tenaga medis di wilayah Wuhan dikabarkan sampai kekurangan tenaga.
Oleh karena itu, dinas kesehatan setempat sampai meminta bantuan dari pemerintah pusat.
Dikabarkan, pemerintah China telah meningkatkan upaya untuk memerangi epidemi tersebut dengan mengirim 1.200 tenaga medis tambahan ke Wuhan.
• Korban Tewas Virus Corona Capai 41 Orang di China, Kualitas Obat yang Disediakan Dipertanyakan
Kementerian kesehatan China juga telah memerintahkan langkah-langkah nasional untuk mengidentifikasi dan segera mengisolasi wilayah tersebut.

Pemerintah China mengisolasi wilayah tersebut dengan memutus akses kereta api, pesawat terbang dan bus.
Pasalnya jumlah kematian sampai saat ini dikabarkan terus meningkat.
Tercatat, korban meninggal sejauh ini teketahui sebanyak 41 orang.
Sedangkan jumlah korban terpapar diketahui telah mencapai 1.300 jiwa.

Isolasi yang dilakukan pemerintah China terhadap akses transportasi umum tersebut juga dilakukan bukan tanpa alasan.
Pasalnya, persebaran virus corona diketahui juga berasal dari interaksi di kendaraan umum.
Sejumlah stasiun, terminal, dan bandara di kota Wuhan saat ini dikabarkan telah ditutup.
Selain penambahan tenaga medis reguler, pemerintah China juga dikabarkan mengirimkan 450 petugas medis militer.

Di samping itu, pemerintah China juga tellah mengirimkan 1.000 fasilitas tambahan berupa tempat tidur darurat bagi pasien terinfeksi.
Upaya lain yang dilakukan pemerintah cina di antaranya, mengerahkan tenaga kepolisian untuk menjaga perbatasan agar virus tersebut tidak menyebar ke luar daerah.
Selain itu bahkan tempat tempat wisata terkenal seperti Tembok Raksasa China dan Disneyland di Shanghai juga telah ditutup.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.