Dewan Pengawas KPK Bikin Takut Koruptor

Jakarta, BPKPNEWS.COM – Baru-baru ini kita mendapat kabar bahwa 
Dewan Pengawas KPK dan juga Komisioner KPK dilantik oleh Presiden Jokowi di istana negara Jakarta.

Dewan Pengawas itu adalah nama-nama yang sudah sangat kita kenal tentunya seperti Tumpak Hatorangan Panggabean, Albertina Ho, Artidjo Alkostar, Harjono dan Syamsudin Haris.

Kelima nama itu bagi saya pribadi adalah seorang tokoh yang punya rekam jejak baik, punya integritas dan sosok yang berpendidikan.

Seketika, timbul dalam hati saya dan kita tentunya bahwa dengan diisinya Dewas KPK dengan orang-orang hebat dan berintegritas, maka KPK akan kuat.

Akan tetapi, ada juga tanggapan dari pengamat bahwa sosok Dewas KPK yang hebat-hebat itu tidak akan banyak memberikan kekuatan dan kemampuan mereka karena Undang-undang yang ada membatasi itu.

Lihat saja, dalam hal penyadapan, KPK harus minta izin dulu kepada Dewas KPK. 

Seperti dilansir dari media Indonesia.com, 20/12/2019, kata Akhyar Salmi pengamat hukum dan pakar hukum Universitas Indonesia bahwa “KPK semakin birokratis karena persoalannya berada di Undang undang KPK bukan orangnya. 

Momen penyadapan akan hilang karena harus menunggu surat izin penyadapan sehingga seseorang disadap akan cepat hilangnya.

Ya, itu salah satu memang kekurangannya. KPK yang diisi orang-orang hebat dan punya sepak terjang dan diisi Dewas yang baik pula, tetapi karena amanat Undang-undang harus seperti “terkekang” untuk berkreasi.

Ya, mau gimana lagi, begitulah adanya.

Akankah koruptor ketakutan?

Ini adalah pertanyaan menarik, Apakah koruptor akan ketakutan?. Ketakutan karena diisi Dewas dan Komisioner KPK yang baik dan punya rekam jejak baik.

Kalau saya pribadi, pastinya dengan adanya sosok Artidjo Alkostar, Tumpak Panggabean, Albertina Ho dan lainnya adalah sosok yang tegas.

Kita lihat saja Artidjo Alkostar yang tidak segan-segan menambah vonis penjara bagi koruptor saat masih menjabat hakim Mahkamah Agung. Begitu juga Albertina Ho yang saya kenal juga tegas saat menjadi hakim.

Sama halnya, Tumpak Hatorangan Panggabean yang pernah menjadi bagian dari komisioner KPK. Artinya, sosok tegas dan punya integritas di Dewas harusnya semakin memperkuat pemberantasan korupsi, tetapi karena izin penyadapan dan lainnya banyak juga yang pesimis.

Tapi apapun itu kita tunggu saja perkembangan kedepan, apakah benar-benar akan baik atau semakin menurun performa KPK kedepan.

Pada intinya, kita hanya menunggu dan menunggu kinerja KPK yang baru bersama Dewan Pengawas. Kita lihat dulu sebelum berkomentar.

Ketika nanti monoton kerja KPK atau kurang maksimal, maka Undang-undangnya patut kita evaluasi agar semakin baik. Sayang sekali jika orang baik, tegas dan berintegritas di KPK sulit bergerak memberantas para koruptor yang semakin merajalela di Indonesia.

***Red***

Sumber : Kompasiana.com



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.