Propam Polda Jawa Barat Dugaan Adanya Tindakan Yang Tidak Sesuai Tugas Pokok Saat Mengamankan Pembongkaran Rumah Di Kawasan Tamansari

BANDUNG, BPKP NEWS.COM – Polisi masih melakukan pemeriksaan internal mengenai dugaan adanya tindakan yang tidak sesuai tugas pokok saat mengamankan pembongkaran rumah di kawasan Tamansari Kota Bandung.

Langkah ini sekaligus merupakan respons atas beredarnya sejumlah video di media sosial.

“Terkait dengan viralnya beberapa rekaman video yang diambil, Bapak Kapolda Jawa Barat sangat atensi dan perhatian terhadap tindakan-tindakan yang memang dirasakan tidak sesuai dengan tugas pokok, atau kontraproduktif terhadap tugas pokok kepolisian. Sedang dan telah dilakukan proses pengusutan oleh fungsi pengawasan internal dalam hal ini Bidang Propam Polda Jawa Barat,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko seperti dikutip dari pikiran-rakyat.com, Sabtu (14/12/2019).

Pernyataan tersebut dikemukakan menyusul beredarnya sejumlah video berkaitan dengan rangkaian kejadian selama pembongkaran sejumlah rumah di kawasan Tamansari Kota Bandung, Kamis 12 Desember 2019.

Dalam beberapa video yang beredar di media sosial dan aplikasi percakapan, ditengarai adanya anggota yang melakukan perbuatan di luar tugas pokok kepolisian.

Kendati demikian, dugaan tersebut belum bisa dipastikan karena saat ini pemeriksaan masih berlangsung. “Kita akan tunggu hasilnya,” kata Trunoyudo.

Di tempat yang sama, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema menuturkan, pada prinsipnya Pemerintah Kota Bandung, dalam hal ini Satpol PP merupakan sektor utama yang melaksanakan kegiatan.

Sejalan dengan potensi kerawanan, tim gabungan dikerahkan dengan melibatkan TNI serta kepolisian.

“Kami menerima surat permohonan bantuan dari Satpol PP Kota Bandung untuk backup Pemerintah Kota. Dan dalam pelaksanaannya, tugas pokok kami ialah melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Melihat adanya potensi kerawanan konflik sosial, kami juga meminta bantuan dari TNI yang dalam hal ini Kodim,” katanya.

Sebelum pembongkaran dimulai, tim gabungan ini terlebih dahulu berkoordinasi untuk memastikan apa yang harus dilakukan, sesuai dengan tugas pokok masing-masing.

Saat mulai memasuki kawasan Tamansari, personel Satpol PP berada di barisan depan untuk meminta warga mengosongkan bangunan, dengan upaya persuasif.

Sejak pagi hingga siang, situasi cenderung kondusif. Namun setelah itu, ekskalasi meningkat ketika sekelompok orang datang ke lokasi dan melakukan perlawanan.

Salah satu bentuknya adalah dengan melempar bebatuan ke arah tim gabungan. Akibatnya, tujuh orang personel Satpol PP dan satu personel Polrestabes Bandung mengalami luka.

Tindakan kemudian diambil, termasuk dengan mengamankan 25 orang anggota kelompok yang dimaksud.

Mereka dipastikan bukan merupakan warga yang berdomisili di kawasan tersebut, atau bukan warga yang terdampak oleh kegiatan pembongkaran bangunan.

Dalam perkembangannya, dua orang diketahui positif narkoba setelah menjalani tes urine. Tiga orang kedapatan membawa senjata tajam.

“Kecenderungan (mereka bagian) kelompok tertentu. Kemungkinan besar bukan warga situ,” kata Irman, di Mapolrestabes Bandung, Jumat, (13/12/2019).

Dari 25 orang itu juga, didalami tiga orang dengan dugaan pidana. Menurut Irman, di luar 25 orang ini, ada sejumlah pelajar dan mahasiswa yang sedang didata di Satpol PP, untuk dipanggil orang tua, dan diserahkan ke keluarga.

Irman menjelaskan, sejak awal sudah ada pemberitahuan bahwa akan ada penertiban oleh Satpol PP di RW 11 Tamansari Kota Bandung.

“Namun ada sekelompok orang yang melakukan pelemparan kepada petugas, batu, dan teman media lihat mereka melakukan. Tidak ada alasan jelas melakukan perlawanan. Ada 8 menjadi korban pelemparan batu 7 dari satpol dan satu anggota polri perlu perawatan,” ujar Irman

(Red)

Sumber : PRFM NEWS.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.